Dia tersenyum mendengarnya. Link bokep Capek juga Guwe muterin konter parfum tapi belum nemu spg yang sesuai selera, Guwe numpang duduk di konter salah satu kosmetik. Sesekali kusentuh klitorisnnya, ketika kuelus pahanya otomatis mengangkang sehingga Guwe bisa mengakses daerah Memeknya dengan leluasa.Tubuhnya terasa bergetar, kemudian celana dalamnya yang sudah basah itu kulepaskan. Penisku yang besar dan panjang dan sudah maksimal ngacengnya, tegak hampir menempel ke perut.Dan saat Guwe pelan-pelan menindihnya, dia membuka pahanya makin lebar dan memejamkan matanya. “Kamu selalu ngasi bonus kaya gini ke cistomer lelaki ya Lis”. Lisa pun keliling memesan makLisan dan minuman buat Guwe dan dia sendiri. Kemudian masuk ke Memeknya. Guwe cuma tersenyum dan menggandeng dia keluar warung kopi menuju ke food. Guwe tidak langsung mencabut Penisku, tapi mengajak mengobrol sembari Penisku makin mengecil. Hihi..”.“Oo gitu ya Liis, jadi kamu suka dengan Penisku?” godaku sambil membelai belai wajahnya. “Bonusnya apaan?” “Kan tadi om pengen nyium”.




















