“Ya pa, ada apa?” sahut Wanda. Pendek kata, keinginanku untuk merasakan hangatnya pantat Santi sudah tak terbendung.. Bokepindo Segera aku aktifkan handsfree dan setelah aku ucapkan “Halo”, terdengar suara dari seberang.“Ndy… elu ada acara gak malem ini? Dimas yang sedang merem melek keenakan itu segera menjawab dengan kode “ok”.Tanpa berpikir panjang, akupun segera menjamah pantat Santi dan mulai memainkan jari di memeknya. Bisa disetel lagu housemusic gak?”. aku coba telpon Wanda dulu ya, ntar gua kabarin, gimana?”. Mungkin karena pengaruh alkohol, Wanda melepas seluruh pakaiannya hingga tinggal beha dan celana dalam saja. Setelah bermain cukup lama, akupun berbisik kepadanya, “San, keluarin yuk…,” diapun menyahut, “Yuk”. Namun aku segera membuang jauh-jauh pikiran tersebut, karena setahuku Dimas dan Santi bukanlah pasangan yang suka aneh-aneh.Singkat cerita, kamipun bertemu di tempat Karaoke P sebuah hotel di bilangan Jakarta Selatan sekitar jam 9 malam. “Andai saja aku bisa merasakan tubuh Santi,” pikirku.Kali ini Dimas melepas baju atasnya dan memelorotkan celananya hingga tersembul kontolnya yang sudah tegak




















