Aku pikir kalau dia macam-macam, aku bisa melawannya, apalagi tubuhnya kerempeng begitu, aku juga bisa saja teriak minta tolong.“Nama gue Chandra…”, dia memperkenalkan diri sambil ingin berjabat tangan denganku. “Boleh ga saya kirim?”, tanya Chandra.“Hapus ga lu?!”, perintahku. Bokep stw Aku tidak punya pilihan lain, aku coba melihat sekitar, kamar Chandra tertutup rapat.“Tenang aja, rahasia lu bakal gue jaga baik-baik…”, kata Chandra sambil membuka resleting celananya dan mengeluarkan penisnya. Aku membiarkan tubuhku bergerak mengiringi gerakan genjotan Candra.“Tubuhmu nyaman sekali say…”, puji Candra sambil mendesah di telingaku. “Ga!”, jawabku sambil melepaskan tanganku dari penia besarnya.Ia pun tampak cemberut, ia menjawab dengan nada sedikit mengancam, “Ini buat koleksi pribadi! Aku tidak begitu mengenalnya, namun aku pernah melihatnya berseragam anak kuliahan. “Loh, Kiki ga bisa! Hidupku hancur, aku merasa diriku benar-benar ternoda, aku galau, aku bingung harus berbuat apa. Sungguh rendah rasanya, aku merasa ternoda, apalagi Chandra berpesan, “Lain kali ke sini lagi ya kalau gue minta…”.Hari itu aku sangat lelah, lelah pikiran dan perasaan.




















