Bukan main gugupnya aku, darahku menjadi mendidih, panasku seakan naik 100 derajat, tanganku gemetaran dan keringatku menguap karena kepalaku jadi sepanas tungku api. Ada sekitar 10 pengunjung yang terdiri dari 3 orang pria dewasa, seorang Bapak-Bapak yang ubanan, sedangkan sisanya anak ingusan dan perempuan. Bokep asia Tidak, sebenarnya.. Singkatnya aku menjadi iri dan iri sekali. “Alex, mau pulang yah? Tidak kusangka sama sekali, ternyata pria itu adalah pria yang kulihat tadi siang di trainer wall yang ada di klub. Emang kenapa tadi? kak.. “Alex, kok belum pulang?” Tanyanya sambil mengeluarkan handuk putih dari tas sport-nya. Kagetnya, orang yang menolongku untuk berdiri itu adalah pria yang tadi, yang tampan itu, yang keren itu, jantungku berdegup seperti jantung burung finch yang makan madu, 10 kali perdetik. “Dik! Kok bisa-bisanya kena bola?” Tanyanya iseng. aku cuma main-main.. oh ya, saya Jefri, kalo Adik?” Tanyanya sambil mengulurkan tangannya ke arahku untuk bersalaman. Selang beberapa waktu, wah! e.. “Jangan panggil Om, saya belum terlalu tua kok.










