Tanpa menunggu lebih lama agi, kuhampirinya dan kusapa.“Hallo, apa kabar, sendirian aja ya?”
“Ya. Bokep montok Teman-temanku sudah mempunyai pasangannya masing-masing, hanya aku saja yang sendiri. Kalau rasanya sakit ya lumrah dong. Kubuka kedua mataku dan kulihat Mei Mei sedang menghisap penisku yang sudah berdiri tegak dan keras. Kamu mau ikut atau tetap disini saja?”. Kamu temani aku disini. Kupegang tangannya dan diapun tak menolakknya. Kulihat wajahnya yang putih bersih, kulit yang halus dan cantik. Dibukanya pintu utama dan kulihat ruangan apartemannya yang bersih dan rapi.“Apik sekali ya kamu. Kenalkan aku..” sapaku sambil menyebut nama. Terserah kamu aja deh mau ngapain aku”
Lalu disambungnya, “Ok deh kalau begitu nanti kupikirkan”Tanpa kusadari, kurasakan kegairahan yang teramat sangat dalam keadaan terikat. Berkeringat seluruh badanku. Jangan coba-coba melepaskan ikatan tali-tali itu”Mei Mei lalu mematikan lampu kamarnya dan kemudian ia pun hilang ditelan kegelapan malam. Ia lalu duduk disampingku dan meneteskan air lilin yang panas ke badanku.“Ugh, ugh, ugh..” aku berteriak menahan panasnya tetesan lilin itu.Aku bergeliat-geliat mencoba




















