Saya dan Rini tertawa ketika nampak adanya batu kecil di Ginjal sebelah kiri Pak Sebastian, Pak Sebastian langsung meringis kawatir.“Tenang saja Pak, masih kecil sekali, pakai obatpun saya harapkan bisa hilang”. “Sebentar yaa”..mendadak saya bangkit, saya segera matikan USG dan lampu ruang elektronik yg terang benderang itu dengan segera. Indo bokep Saya tdk berani memeriksanya lebih lanjut.“Pak, sekalian yg lain, mumpung gratis”. Sudah tdk ingat lagi antara boss dan karyawatinya.Saya letakkan prop USG tersebut, sekarang yg memeriksa jantungnya adalah tangan kanan saya di payudara kirinya. Sedangkan otak saya masih berperang antara “Mas dan Pak”.“Tahan mas.tahan.saya mau keluar lagi”..dalam hitungan menit muncullah
“Maaasss.masss..masss.” dan remasan lembut vagina Rini yg berdenyut-denyut di k0ntol saya.Rini orgasme untuk kedua kalinya, tetapi tdk sehebat yg pertama, tangannya meremas keras tangan kiri saya, sedangkan tangan kanan saya masih aktif di kelentitnya.“Rugi, kalau saya tdk orgasme” pikir saya.Segera gantian saya menutup mata, konsentrasi penuh membaygkan vaginanya Sharon Stone. Saat tangan kanan saya memegang dan menggeser prop USG, entah dari mana




















