Kisah Panas Di Negeri Tirai Bambu

“Mass.., ngghh..”, Mbak Anie mendesah sambil tangannya menggapai mencari-cari penisku.Aku bangkit dan kuletakkan penisku di lembah diantara dua bukit yang kenyal itu, lalu kugesek-gesekkan penisku, sementara Mbak Anie menggeliat-liat sambil tangannya ikut mengusap-usap kepala penisku. Bokep crot Bibir, lidah, telinga, kuping leher, dada, perut, pusar, paha, vagina, betis sampai ke jari dan telapak kakinya. Mulutku naik lagi ke atas menyusuri betis dan paha hingga akhirnya berhenti di vaginanya. “Och.., Mas Feby toch”, sahut Mbak Anie dengan nadanya yang renyah. Kulihat belahan vaginanya yang memerah berkilat dan bagian dalamnya ada yang berdenyut-denyut. Ia mengangguk lemah sambil tetap lunglai seperti orang mau pingsan. Mbak Anie kian histeris, menggeliat-geliat, punggungnya terangkat-angkat dari kasur, matanya terpejam makin rapat, dan mulutnya mendesis, mengerang, dan mengaduh tidak menentu. Mbak Anie memejamkan matanya dan menahan nafas, ekspresinya menunjukkan rasa geli dan birahi. Ibu jariku mengusap puting dadanya yang kanan, sementara jari tengah aku melakukan hal yang serupa di dadanya yang kiri.

Kisah Panas Di Negeri Tirai Bambu

Related videos