Sudah sekitar setahun aku menajdi tukang ojek pangkalan yang lumayan jauh dari rumahku. Bokep tobrut Enak sekali mulutmu mbak…anget.. Enak.. Yang kemudian aku mencari tempat untuk berteduh disebuah warung kopi. Kemudian aku memesan secangkir kopi dan semangkok mie untuk mengisi perutku yang sudah keroncongan. Saat keluar rumah, kurasakan udara sangat dingin sekali sepertinya mau
hujan. Ah.. Dan seperti dugaanku, belumsampai aku dipangkalan, hujan turun dengan derasnya. Yaaahh resiko sebagai tukang ojek, yang pada umumnya orang pada tidur pulas naaahh aku malah bekerja mengais rejeki. Sementara dia masih meronta namun terselip desahan-desahan yang keluar dari mulutnya. K0ntolku sudah ngaceng sekeras-kerasnya. mulanya dia menutup mulutnya, kemudian kupencet putting susunya dengan keras hingga dia menjerit dan saat dia membuka mulutnya, langsung kubenamkan k0ntolku kemulutnya dan kupompa dengan cepat. K0ntolku sudah ngaceng sekeras-kerasnya. “Maaaas?” ujar sipenjual kopi tersebut lagi yang mengagetkanku
“Ooohh bisa bisa mbak, dimana?” jawabku dengan sedikit salah tingkah dan kemudian akupun mengikutinya kedapur dan langsung memasangkan kabel gas.




















