Aku gelagapan dan hanya punya satu pilihan agar tidak tersedak.Kutelan semua cairan kentalnya. Huuhh.. Bokep barat aku.. Kamu bisa membunuh aku Ronad.. Aku sama sekali tidak berpikir lain..Tiba-tiba, tanpa kompromi, kontol Ronad didesak-desakkanya ke pantatku. Aku heran, kenapa barang ini bisa menghantarkan aku pada kenikmatan yang demikian dahsyatnya.Jam 10 pagi Ronad pamit. Aku sudah perhitungkan dalam 15 menit aku bisa merapikan diri dengan busana santai, sekedar jeans dan blus yang praktis, dan turun ke lobby 10 menit sebelum waktunyaBegitulah, aku merasa semakin dikejar keterbatasan. Aku telah benar-benar runtuh. Memang sekarang tidak hanya lelaki saja namun seorang wanitapun juga sangat mengharapkan nikmatnya gairah sex. Aku nggak komentar. Dia nampak tidak berusaha memandang aku. Aku membayangkan suamiku dan sekaligus lelaki ini.Salahkah aku?Dosakah aku?Siapa yang salah?Kenapa aku ditinggal sendirian di kamar ini?Kenapa mesti ada lelaki ini?Aku berpusing. Terlintas kembali rasa jijik.




















