Kamu masih ingin?” Aku menggeleng.Kak Edo mendadak nampak khawatir.“Kenapa?”
“Saya… semalam saya datang bulan.”
“Oh… mens ya?” Aku mengangguk.Kak Edo tersenyum,“Kalau begitu, kita berpelukan saja seharian ini.” Aku tdk tahu harus berkata apa.Untuk sementara, hari- hari ini adalah hari bahagiaku. Bokep asia Saya bukan makanan, tuan. Lega, rasanya lega sekali. Kekuatannya. Basah. Walau aku hanya budak. Hanya nafasku saja yg tersengal- sengal. Menarik. Aku mencium wangi lendir membasahi hidungku. Aku menghisap kepala yg merah muda itu, seperti mengulum lolipop. Kak Edo mendorong maju. Kamu… mengerti?” Aku mengangguk.Denyut jantungku makin cepat. Aku…. Terasa dingin di sore yg panas itu. Mengangkang. Aku merasakan tangannya mengelus kedua pantatku. Saya bukan makanan, tuan. Vaginaku segera banjir oleh cairan cintaku, semuanya dijilat bersih. Membayangkan ia sedang menghujamkan penisnya ke vagina lain, terasa menyakitkan.“Tapi, aku tdk pernah melakukannya.”
“Tdk pernah?” Aku mengejapkan mata.Kak Edo mengatakan bahwa ia pertama kalinya meniduri perempuan… tapi aku kira ia bercanda.




















