Tidak lama setelah saya masuk ke dalam kamar mandi, Andini ikutan masuk, untuk membersihkan cairan cintaku yang keluar dari vaginanya. Bokep china Dengan kulit yang putih, buah dada sekitar 34 serta betis yang indah, senyumnya yang menawan, tidak mengherankan bila menjadi perhatian para lelaki.Kedekatan diriku dengan Andini berawal sejak dia bekerja pada bagian yang sama denganku 3 tahun yang lalu. Walaupun saya belum melihat payudaranya secara langsung, karena masih tertutup di balik kaus. Emang di rumah lu kaga ada beras, sampai kelaperan gituh?” candaku kemudian.Disana Andini terdengar tertawa renyah sekali,“Hehehehe.. Sori, yah, sayanggak nyapa lu dulu. Tapi setelah saya pikir-pikir, apa salahnya saya coba. Kemudian saya menurunkan arah seranganku ke bagian bawahnya. Seperti janji semalam, saya makan siang dengan Andini untuk melanjutkan pembicaraan masalah kantor yang sedang dihadapinya. Hari itu Andini menggunakan kaus hitam berkerah rendah dilapisi dengan bleser coklat tua, dengan rok berbahan kulot bercorak coklat tua.Begitu sudah di dalam Andini langsung membuka blesernya yang ternyata memperlihatkan kausnya berlengan buntung.




















