Aku menggeleng, “Jangan, kamu kan masih kecil!” kataku. Bokep korea “Deni, kamu ngapain?” terdengar suara Tante Ida, ibu kost-ku, “Tidur ya?”
“Oh, enggak kok Tante”, jawabku sambil membuka pintu kamar. Kulitnya putih bersih, tinggi, dan badannya sedang. Sepertinya karena aku makan sambel tadi sore, pikirku. Kulepaskan sesaat kulumanku pada kemaluannya.“Aryo, Mas Deni mau keluar nih!” kataku. Aryo tidak menghiraukanku. “DJ, kamu di dalam?” kataku. Aku menyentuh kemaluannya yang mengeras. Mata Aryo terus saja mengikuti film yang sedang diputar tanpa berkedip. Kebetulan, pikirku. Kutindih Aryo di tempat tidurku, dan tanganku mulai mengusap-usap perutnya, dadanya. Terlihat celana dalamnya warna biru, dan sesuatu menonjol. Kukulum dan kuhisap kuat-kuat kemaluannya. Siang itu udara panas sekali. Dia agak sedikit kecewa.Akhirnya kami sampai rumah, dan Aryo langsung masuk kamarnya di rumah induk. “Nyari DJ ya?” tanya kakaknya. Aryo menggeliat-geliat ketika kuciumi lehernya.




















