Tanganku kemudian membuka kausnya. Bokep jilbab Akhh. Mulutnya setengah terbuka sambil mendesis-desis. “Ini Jakarta Non, saya ke kamarmu ya?” kataku dengan nada setengah memaksa. Akh.. Ia melengos mukanya memerah, mungkin tersinggung dengan ucapanku tadi.Satu jam berlalu dan kulihat ia menjadi gelisah sambil terus-menerus memandang keluar, ke arah landasan. Kutatap dia dengan tajam. Hmm.. Wanita tadi sekilas memperhatikan covernya.“Mas, boleh pinjam majalahnya?” ia bertanya sambil mendekat mengambil Matra tadi.Sayang, rupanya tempat duduknya kemudian diambil orang yang berdiri dan mengobrol dengan teman yang duduk di sebelah wanita tadi. Aku masih ingin menikmati permainan dan kuharapkan dapat kucapai puncak bersama-sama.Aku mengehentakkan pantatku naik turun dengan sedikit kasar. Setengah jam kemudian kuketuk pintu kamarnya. “Pantas bajunya bau obat,” aku kelepasan bicara. Karena sudah tidak ada tempat duduk lagi maka aku duduk diatas ranjangnya. Mikirin besok pagi”. Kutekan pantatku perlahan namun penuh tenaga.“Yeacchchh..”.Tubuh kami menggelinjang dengan hebat, kami berteriak dan tidak perduli jika ada orang lain yang mendengarnya.“Akhh..










