Wah, pucuk dicinta ulam pun tiba neehhh… Bergegas aku mengunci pintu gerbang dan naik lagi menyerahkan kunci.Sesampai di dalam rumah aku tidak menemukan siapa pun. Bokep jepang “mas.. Marketingnya pada keluar semua. Sampai di tetek yang sebelah kiri kukecup pelan putingnya. Pemilik radio itu namanya Bapak Damian. Wajah Mbak Titis persis di depanku. Kulirik jam tanganku, masih jam 11. Kurasakan ada cairan menempel dilidahku. Kupikir abis nanyain Ibu Titis langsung masuk ke rumah eh ternyata malah nyamperin ke mejaku. Otomatis senjataku yang dari tadi tersekap di dalam mengacung dengan gagahnya. Kulakukan berulang kali sampai 15 menit. Sumpah, indah banget. Sesekali bibirnya turun ke pelirku dan mengisap dengan kuat. Payudara yang selama ini hanya ada dalam imajinasiku kini terpampang jelas di hadapanku. Segera saja aku melenguh keenakan. Kualihkan pandanganku ke ruang siaran. Pada waktu itu aku masih kuliah di sebuah PTN terkenal di jogja. “Mas, enak banget”, tambahnya lagi.




















