Entah berapa lama aku tak sadar, dan entah berapa kali tubuhku digarap pemuda itu. Bokep korea Dengan licik, ternyata Randy menukar kartu memori itu dengan miliknya yang telah rusak. Tapi biarlah, yang terpenting emosiku sudah tercurahkan. Tangan pemuda itu memaksa pahaku terbuka dibantu dua lututnya yang kini berada di antara kedua pahaku itu…dan satu sentakan benda keras dengan kasar memaksa masuk mulut vaginaku membuatku terbelalak dan nyaris pingsan, rasa sakit yang ditimbulkan sebanding dengan sakitnya bathinku karena harga diri dan kehormatanku direnggut paksa pemuda yang kuperkirakan temannya Randy, anakku. Di tangannya, sebuah benda putih panjang tergenggam lemah, sebuah alat tes kehamilan dengan indikasi menunjukan lambang plus, alias positif.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Lalu sebuah motor sport yang juga kurasa cukup mahal terparkir di depan kamarnya, padahal dulu aku hanya membelikan motor bebek bekas untuk kepentingan transportasi kuliah. Lalu Randy menceritakan segalanya. Tanyaku sambil terus mengelus-elus kemaluannya, sebagaimana Randy juga terus meremas-rema pelan payudaraku. “Mama mau coba?”, tawarnya.”Ah, jangan kurang ajar kamu”, ujarkusambil mencubit lengannya.




















