Padahal aku sudah sangat mengharapkan jilatan demi jilatan merambah bibir kemaluanku yang sudah mulai membasah.Ternyata, kesabaran Mas Toto menjelajahi bagian tubuhku berhenti sampai disitu. Mungkin aku terlalu tinggi menghayal dan berharap Mas Toto sebagai lelaki perkasa, sehingga aku merasa kecewa dalam kenyataannya.Padahal, kalau Mas Toto tidak terburu-buru, akan kuberikan pertama kali kenikmatan untuknya. Bokep Batang kokoh berurat itu mulai menekan-nekan. Sementara aku, hanya dapat pegal dan kecewa saja. Kedua tangannya menyangga tubuhnya di bibir tempat tidur. Sambil mendesis-desis, bibirnya yang seksi mulai melumat leher dan belakang kupingku. Seluruh badan terasa pegal, mungkin karena permainan semalam yang tidak tuntas. Mas Toto memang paling jago memanjakan cewek. Jujur saja, aku sebetulnya dapat mengatasi masalah komputer ‘hang’. Mas Toto tidak sadar kalau tubuh yang dihimpitnya adalah tubuhku, adik iparnya, bukan Mbak Dewi istrinya. Pakaian tidur dan BH sudah dicampakannya.




















