Aku akhiri kegiatan jilat menjilat, karena muatanku sudah meronta minta dikeluarin.Lalu aku masukkan lagi dari belakang penisku ke vaginanya. Bokep hot Kuciumi perutnya dan sekeliling pusarnya kujilati. Keringatnya menetes ke baju kerjanya yang belum sempat dilepas, terlihat makin cantik dengan tetesan keringat di rambut dan keningnya.Sementara biji pelirku juga terasa basah oleh cairan dari vaginanya.“Uggghh…, gila, nikmat sekali”, katanya.“Ibu terusin aja”, aku nimpali. Tidak sampai dua menit sudah tampak ada cairan bening lagi di vaginanya. Secara cinta kasih dengan tidak sabar aku ikuti Ibu Vivi ke ruang tamu, dan dari belakang aku peluk dia.Lalu aku minta dia menunduk dengan kaki mengangkang. Dengan rok kerja yang masih terangkat dan dipeganginya, dia berbalik ke arahku dengan memperlihatkan bulu kemaluannya yang tipis dan tersenyum.Tidak lama dari vaginanya jatuh lagi campuran maniku dan air kenikmatannya di lantai dan kali ini lebih banyak. Dari CD-nya sudah terasa kalau vaginanya sudah basah. Aku pikir dia akan melepaskan tanganku, eh..




















