“Kamu tidak kemana-mana kan malam ini..?”
“Tidak..” balasku singkat. Bokep barat Satpam 1 orang dan akan tetap
berada di posnya hingga pagi. Keluar masuk dan sepertinya vaginanya sudah
mulai terbiasa dengan penisku yang semakin mengeras. “Ndraaa… benamkan yang dalam…”
Tanpa ampun aku menusuknya dengan sangat sehingga terasa olehku pangkal rahimnya. “Auuuww… pelan Sayang… sakit…”
“Maaf Bu saya bernafsu sekali.”
Aku
kembali menekankan pantatku perlahan dan 2/3 sudah amblas di dalam
vaginanya yang kempot ke dalam. “Jadi… Bu..?” tanyaku tidak sabaran. “Akhh… ehheekkk…” jeritnya. “Apa aja dech Bu asal jangan es teh aja Bu..”
Masalahnya saat itu hujan mulai turun dengan lebat saat aku masuk ke rumah mewah ini. “Gimana, dengan hasil ujian saya Bu..?” tanyaku lagi untuk menyakinkan hasil dengan prakiraanku. “Oh iya, jadi kepanjangan ngomongnya,” seraya memberi senyuman dan tawa kecil. Aku bingung, masih belum hilang bengongku ia berbisik di telingaku dan mencium telingaku. “Buu, saya inngin rasakan lubang pantat Ibu…” pintaku sedikit memohon.







![Payudara Besar Kakak Ipar Yang Tak Terlindungi Bikin Tak Tahan, Langsung Kutembus! Meski Bingung, Tapi Kontol Besar Adik Ipar Terlalu Nikmat, “hari Ini Istimewa Ya” Ujarnya Sambil Tersenyum Lalu Melayani Dengan Sex Yang Rakus! Meski Sudah Klimaks Berkali-kali, Tapi Gerakan Piston Yang Deras Tak Berhenti! Ah… Lebih Besar Daripada Kakamu… [bagian 1]](https://bokepstw.it.com/wp-content/uploads/2025/12/4e5dcf3848c6d90e06651523580ce9d9.20.jpg)

![Payudara Besar Kakak Ipar Yang Tak Terlindungi Bikin Tak Tahan, Langsung Kutembus! Meski Bingung, Kontol Besar Adik Ipar Terlalu Nikmat, “hari Ini Istimewa Ya” Sambil Tersenyum Melayani Dengan Sex Yang Rakus! Piston Ganas Tak Berhenti Meski Sudah Klimaks Berulang! Ah… Lebih Besar Daripada Kakamu… [part 3]](https://bokepstw.it.com/wp-content/uploads/2025/12/f49b201c2bf717bc1bb0df631f7f34c5.24.jpg)










