Toni yg melihat gadis itu menatap penisnya, mulai meraih kembali tangan gadis itu. Nafasnya mulai memburu, tak dapat diingkari, meski perih, meski kehormatannya sedang direnggut oleh Toni, ada perasaan aneh yg menyelusup ke dalam sanubarinya. Bokep jepang Rasa sakit yg tadi menderanya seakan telah hilang, digantikan oleh suatu rasa yg belum pernah ia rasakan sama sekali sebelumnya. PIkirnya dalam hati. Tapi tangannya terasa sangat lemah, ia seperti tidak punya tenaga untuk mengangkat tangannya sekalipun.Toni hanya diam, dia tak menjawab apa2. Tak sanggup menahan perasaan yg semakin membuncah, Toni kembali merubah posisinya. Toni tak diam, dielus nya kepala Novi yg masih terbungkus jilbab besarnya. Perih.. argghhhhhh aku ……. pelan2 Ton, perih.” “Iya Nov, tahan ya…” jawab Toni penuh perhatian.. Novi sedikit histeris ketika vaginanya disentuh oleh jemari toni, tapi suaranya jelas tak kan terdengar oleh siapa2, selain di luar sedang hujan, tak ada bangunan yg ada di dekat warnet itu, satu2nya bangunan terdekat adalah rumah Anto, tempat Novi menumpang, itu pun jaraknya lumayan




















