Saking cepatnya aku menggenjot, sampai kasur yang ditidurinya ikut bergerak hebat.Lamakelamaan aku tak tahan lagi, segera kutarik keluar penisku dan mulai menembakkan isinya ke paha Eryani dan ke kasur, aku kocok penisku sendiri dan aku merasakan sensasi yang sangat dahsyat, seluruh tubuhku mengejang, hingga akhirnya seluruh cairan spermaku sudah habis, tapi aku belum merasa capek. Bokep live Pertama, dia jilati kepala penisku dengan lidahnya yang mungil.Kemudian, dia mulai berani memasukkan penisku ke dalam mulutnya, walaupun hanya kepala penisku saja, dan dia mulai mengisap maju mundur. Aku sudah merasa tidak enak sama Eryani, tapi aku stay cool saja. Kemudian, dia mencium penisku.Yan, berani tidak kamu isep?, tanyaku menantang. Tanpa kusadari, tanganku masih berada di atas payudaranya.Belum sempat dia berkata apaapa, kukecup lagi bibirnya dengan lembut, Selamat pagi Yani, kataku. Ternyata banyak yang harus aku pelajari lagi. Wan, saya sudah ngantuk nih, lu nginep saja deh disini.., Hooahh (Eryani menguap), temenin saya yah.., katanya sambil masih memejamkan matanya.Iya deh, kataku sambil terus mengeluselus rambutnya.




















