Kamu puas,hutangmu lunas…Tawaran menarik kan?? Ia duduk di sofa, sedangkan aku kini tersimpuh di lantai ruang itu..Ohhh…mbak Vina…ohhhh…kuluman mbak lebih enak dari lonte pelabuhan” hhhhhh…mhhhh..Setelah puas dengan mulutku, Om Roby menyuruhku untuk terlentang di sofa. Bokep arab Dengan kasar ia mencengkram pantatku yg masih tertutup celana dalam itu, dan menariknya hingga posisiku membelakanginya. Dengan ujung jilbabku aku usap air mataku. Dengan ujung jilbabku aku usap air mataku. Payudaraku dan pangkal pahaku pernah diremasnya.Yg aku heran,dia tetap paling suka meremas pantatku, walaupun ia sesungguhnya dapat dengan bebas untuk menjamahi payudara dan pangkal pahaku. Mau tahu kelanjutan ceritanya? Kini aku dalam posisi agak membungkuk, dengan pantat yg membusung kea rah Om Roby. Aku tak bias berbuat apa-apa kini.. Ohhhh…betapa malang nasibku, jeritku di hati.“Mhhhh….mmaaf Om,saya belum mampu membayarnya…” jawabku terbata-bata…“Kebutuhan saya banyak sekali, dan uang gaji saya saja tdk cukup”….Tak terasa, air mataku mulai meleleh.“Iya, saya tau…tapi masalahnya, kantor ini juga butuh biaya..Kan sudah aku bilang, kalau biro ini lagi seret…Klien kita semakin sedikit???”




















