“Berbagi apaan pak”. “Bukan, aku dah pisah dan keluargaku tinggal dikota asalnya”. Bokep indo Hihi..” “Oo gitu ya Yang, Jadi kamu suka dengan batangku?” godanya sambil menggerakkan batangnya dan membelai belai wajahku. Walau tengkukku basah, aku merasa bulu roma di tengkukku meremang akibat nikmat dan geli yang mengalir dari meqiku. “Aarrgghh.., aarrgghh..! batangnya semakin masuk. Dia langsung menjepit kedua pahaku hingga terasa sekali batangnya menekan dinding meqiku. Dan selanjutnya kurasakan tangannya mulai meremas-remas lembut dadaku, kemudian tangannya menelusuri antara dada dan pahaku. Kembali meqiku yang berlumuran cairan jadi mainannya, aku makin bersemangat mengulum dan menghisap sebagian batangnya. Dan saat dia pelan-pelan menindihku, aku membuka pahaku makin lebar, rasanya tidak sabar meqiku menunggu masuknya batang added gede itu. “Ya sayang”, lalu bibirku diciumnya dengan mesra. Puncak kenikmatan diikuti semburan mani yang kuat di dalam meqiku, menyembur berulang kali. “Gak ancestor kok say, ntar kita accept fun deh, dah gak sabar neh nunggu kamu selesai kerja”.




















