Maskun ingat kalau mereka berada di suatu tempat yang biasanya dia berburu di sana. Mereka samapa-sama memasuki rumah baru. Bokep arab Tiangnya berkiar setinggi 1,7 meter dari permukaan tanah. “Nanti kita akan keluarka identitas pengganti berupa duplikat,” kata sang petugas. Mereka lebih akrab dibandingkan dengan empat saudara mereka yang lain. Linda menjerit. “Udaaaaa…..” kata Linda mendesah-desah dan meremas-remas kepala Maskun. “Bang… aku mau pipis….” kata Linda manja. “Kita tidak akan berpisah, kan?” tanya LInda sangat manja. Untung Maskun mendapatkan beberapa buah mancis, ada rantang dan sebagainya. “Bang… aku mau pipis….” kata Linda manja. Tolonglaaaahhhh…” Lionda sudah merengek minta dimasuki. Kontolnya bangkit berdiri. Saudara-saudara mereka juga tak tau kemana. Maskun mengikat kain merah pada sebuah tongkat kayu dan emminta kepda Linda untuk melambai-lambaikannya. Kami pengantin baru. “Tapi kita saudara. Teyek adeknya yang demikian mengkal, menyatu dengan dadanya. Linda tersenyum bahagia demikian juga Maskun.




















