“Gimana masss??? Bokep stw Tapi jalan kemana dulu gitu”
“Lho, cantik betul lho mbak, manis tinggi langsing lagi…” entah darimana kata-kata ini kudapat, dia terlihat agak tersipu-sipu. Tanpa menunggu jawabanku tangannya menarik tangan kiriku, ditempelkan ke toketnya. “Mas, udah pernah kayak yang dikomputer ini ndak?” tanyanya pelan, agak berbisik. Temenin aku dong, siapa tau nanti ada kesulitan lagi.” Sambil tangannya meraih tanganku dan menarikku untuk duduk lagi. emmm” sambil tangannya mengelus dan meremas-remas batangku. Aku beranikan memeluk pinggangnya yang ramping dan aku rapatkan tubuhnya ke tubuhku. “Oh, silahkan mbak…, kosong kok. Tangannya ditumpangkan kepahaku, membuat konty ku meluap meronta-ronta (waktu itu aku masih betul-betul perjaka… bayangkeunn), diusap-usap pahaku. Setelah duduk, dia membuka jaket, ternyata dibalik jaketnya dia memakai seragam polisi, pangkatnya Segitiga Kuning satu biji, ohh Sersan Dua pangkatnya. Akhirnya lidahku dapat menjangkau memeknya, kujilat dikit-dikit dan terasa agak basah (hihihi…, agak bau keringat ya.., nggak papa). “dia menjawab sambil tersenyum manis… wihhh. Terlihat jembut tebal menghiasi gundukan daging. Wahhhh betul juga, pangkal




















