Aku jadi teringat dengan omongan temanku, Hanni, bahwa mereka bisa diajak kencan. Bokep mom Stella tampak kaget, terlihat dari bergetarnya tubuh dia. “Mas, rambutnya mau dimodel apa?” katanya sambil melihatku lewat cermin dan tetap memegang rambutku yang sudah agak panjang. Stella tampak kaget, terlihat dari bergetarnya tubuh dia. Mungkin dia belum datang, pikirku. Tel… enakk…” desahku sambil melepaskan tangan kiriku dari lubang kemaluannya. Stella mengubah posisinya. Kubuka satu persatu kancing rompinya, dan kembali aku membuka tepak tangan mengikuti bentuk payudaranya. Stella tersenyum manis dan berkesan manja. Kurasakan kehangatan yang luar biasa nikmatnya mengguyur sekujur tubuhku. Gila, belum pernah aku dihisap seperti ini, pikirku. Sambil menunggu Hanni, aku ngobrol dengan Stella, aku sempat diperkenalkan oleh beberapa temannya yang bernama Susi, Icha dan Yana. Aku benar-benar dibuat mabuk kepayang olehnya.Kembali kumasukkan jariku, kali ini dua jari, jari telunjuk dan jari tengahku. Dia menatap tajam. Tadinya ia yang hanya bersangga pada satu sisi pantatnya saja, sekarang ia renggangkan kedua kakinya.




















