Dingin-dingin gini emang enaknya ditemenin cewek cantik
kaya Sus” lanjut Pak Yoga.Dokter Yoga menggelandang suster alim itu ke ruang periksa pasien tempat mereka berjaga. “Sus, seneng-seneng dikit napa? Bokep tobrut Pak Yoga begitu
mengagumi wajah cantik Farah, dengan bibir tipis yang merah merekah, hidung bangir, dan sepasang mata
indah yang nampak sayu karena sedang menahan nafsu.“Pak, apa ga pamali main di tempat ginian ?” tanya Farah.“Ahh…iya sih tapi masabodo lah, yang penting kita seneng-seneng dulu hehehe” habis berkata dia
langsung melumat bibir gadis itu. Cantik!” kata Yoga sambil memandang wajah cantik yang sedang mengobrol dengannya itu.Malam itu dokter Yoga merasa beruntung sekali mendapat teman ngobrol seperti suster Farah, biasanya
suster-suster lain paling hanya tersenyum padanya atau sekedar memberi salam basa-basi. Sebelum berpisah ia menghadiahkan sebuah ciuman di mulut. Mendapat kesempatan
bercinta dengan gadis seperti Farah bagaikan mendapat durian runtuh.Belum pernah dia merasakan yang sesintal dan montok ini, bahkan istrinya pun tidak ada apa-apanya bila
dibandingkan dengannya meskipun lebih cantik dari pada Suster Farah.Setelah lima menitan berciuman sambil bergesekan tubuh




















