Akupun segera bergegas menuju ke toko tersebut yang letakkan gak jauh dari rumahku menggunakan sepeda motor.Hampir 20 menit aku menempuh perjalanan dan akhirnya sampai ke toko tersebut. Kugenjot dan kugoyang perlahan. Bokepindo Belakangan kuketahui nyonya itu bernama nyonya Vena, kulitnya berwarna putih,rambut panjang,dan wajahnya agak cantik menurutku. Meskipun umurnya tak lagi muda.“Oya Fajar aku mau pergi sebentar, kamu tolong jaga dan awasi toko ini ya..”“Tapi nyonya saya kan baru saja mulai bekerja”“Taka pa, nanti biar kamu ditemani putriku”“Baiklah nyonya” jawabku tersenyum.Kemudian nyonya Vena pun memanggil putrinya“Vita…” teriak nyonya Vena. Akupun iklut menyusul mencapai klimaksku untuk yang kedua kalinya juga. Aku berniat untuk mengajaknya bercinta lagi.Kutuntun tubuhnya agar menindih tubuhku dan kontolku kuarahkan ke lubang memeknya yang masih basah. Dan muncratlah spermaku berceceran di mukanya.Vita pun terbaring lemas, semula aku kasihan karena melihat dia sudah kecapekan, tapi setelah melihat tubuhnya yang masih dipenuhi dengan keringat aku jadi terangsang lagi.




















