dari pantulan kaca kulihat buah dada Ina naik turun dengan cepat. Bokep india terus dikocoknya kemaluanku, pelan-pelan penuh perasaan, kayaknya dewi sudah mahir sekali. Hanya kami bertiga yang masih bertengger di pos ojek sambil main kartu untuk membunuh waktu.Saat itu aku sudah jenuh, dan aku kalah mainnya, aturannya yang menang akan menarik penumpang duluan. dan membuat big penisku tegak berdiri. aku bergegas masuk kamar, kemudian melucuti semua baju basahku dan memakai piyama itu. terus kuraih saja dan kupilin-pilin, tiba-tiba tanganku sudah basah dengan air susu yang banyak keluar dari toketnya,…
“Mmhhhh,…terus, Innnnn” desiskuIna terus menggoyang sambil sesekali mendongak keatas hingga rambutnya menyabet wajahku.“ahhh,…terussssssss” aku kenikmatan. Kemudian saat aku lewat didepannya aku menawarkan tumpangan.“ojek mbak?”
perempuan itu tampak ragu2. “kamu mampir dulu, Bud, ntar mbak buatkan kopi penghangat tubuh, sambil nunggu hujan reda” kata dewi
“makasih mbak, baiklah!” kataku sambil berpikir betapa beruntungnya aku. Namun yang membuat aku gundah sekarang, Dewi yang berusia 31 tahun telah hamil muda, dan aku tahu pasti itu karena ulahku.Aku berencana




















