Dia tak bisa kabur!“Aduh! Bokep montok Mungkin Mas Lesmana di bagian IT yang guantengnya minta ampun. “Ahh!” PLAKK! Bagaimana tidak panik, sekarang dia ada di depan jendela, menempel ke jendela malah, yang artinya dia bisa terlihat orang, dalam keadaan tanpa busana dan anunya tertoblos senjata laki-laki…“Pak… Pak jangan di sini… Nanti ada yang lihat… Aw!”“Emangnya kenapa?” balas Pak Ramses sambil menyodok Umi keras-keras. Kalo kerja yang bener ya! Pendengarnya kali ini adalah Karman, sesama petugas cleaning service, cowok dengan tampang pas-pasan dan masa depan pas-pasan juga.“Disyukurin ajalah Mi, jaman susah nyari kerja gini,” celetuk Karman. Orang itu, yang sekarang berjalan ke arah Umi, bernama Ramses, Manajer Bagian Produksi, berumur 40-an tahun, bertubuh besar seperti beruang, botak, alisnya tidak ada, dan terkenal galak. Bunyi yang sama beberapa saat kemudian berulang beberapa kali selagi Pak Ramses mengemplangi pantat Umi.PLAKK! Atau Mas Nafi di Penjualan yang lumayan ganteng juga, dan mobilnya bagus.




















