Sedang tangan kiriku menjambak rambutnya dan menuntunnya untuk menelan kamaluanku.Och… nikmat sekali ketika Herny mulai menyedot batang kemalunku. Kemudian dia mendekatkan mulutnya ke telingaku… sambil berbisik…“Pura pura bego …Pake nanya segala…Gara-gara kamu nich… kecapean … Jadi bangunnya kesiangan tau…” Sambil mencibirAku cuma tersenyum… dan menjewer kupingnya sambil berbisik…“Tapi enak khan ? Bokep indo live aku gak sakit… ku cuma pura2 sakit biar temen2 pada bubar semua hehheheh JawabkuUch dasar… tukang tipu… Cepat-cepat dia menerjang tubuhku dan menarik selimutku. Apa Aku mesti bilang ama Papih mamih mu ? Ternyata Herny. Ujar Hendro.Ingat, Hanya kita yang tahu… jangan sampai kita tambah anggota lagi… kecuali dia tahu sendiri… Ok. Kuperhatikan dari belakang. Tinggi, agak kurus, kulit putih bersih, rambut sebahu tapi bentuk dadanya agak rata. Tanpa sempat kucabut karena Herny masih terus mencengkram erat tubuhku….. Herny mencoba berbohong. Sehingga rahang dan mulutnya terbuka. Kok pake acara narik-narik tangan segala?










