Erik merebahkan wanita itu ke tempat tidur dan menindihnya, tangan Erik bermain-main dengan tubuh wanita itu, menciuminya dengan membabi buta, menciumi leher, menciumi payudara wanita itu sambil meremas-remasnya.“Ohh..Eriik..” Aku mendengar desahan wanita itu.Aku melihatnya. Bokep hot “Erik marah..”, pikirku. Tak lama, Erik sudah habis melucuti pakaian wanita itu. Mukaku terasa panas. Ballroom hotel itu sangat indah, Erik mempersiapkannya secara spesial. Benar saja, aku melihat Erik berbenah memberesi bajunya dan bergerak menuju pintu. Tidak lamapun, aku merasa kalau aku telah menemukan rumah baru bagiku. Erik menciumi diriku yang bergetar hebat dengan sedikit paksa. “Ahh..!!” nafasku makin memburu.Tiba-tiba Erik berhenti dan melihatku sambil tersenyum misterius. Erik melanjutkan ciumannya ke leher dan menggigitnya sedikit, remasan tangannya di payudaraku makin kuat. “Hmm..kamu menyukainya bukan? “Ini akibatnya kalau jadi perempuan genit!!”
Erik menariknya lagi untuk kedua kalinya, pakaian dalamku semakin terlihat.




















