Situ bayar pake ini aja. Temen-temen aku nampaknya mengerti kalau saat itu gw lagi ndak bawa
duit dan mereka lalu mengumpulkan uang buat bantuin gw beli
vitamin E.Wah…benar-benar teman sejati. Bokep colmek Dua penis hitam menyembul dengan kerasnya. Oh….Sekilas aku teringat saat-saat aku bersetubuh dengan pacar aku, namun
tentu, ngga sebesar ini. Lalu aku terhempas ke kursi, capek….Terdengar
sayup-sayup tawa para lelaki brengsek itu. Tangan
kiriku meremasi pelirnya dan tangan kanan aku memeluk kakinya buat
pegangan.“Ah…shs….enaknya …uh…”, erang Ucok keenakan.“Mbak udah pengalaman yah…sip….kayak kemarin jang…”
Kemarin???Ujang nampaknya tidak tinggal diam. Tempat ini
bagus dan besar. “Kalau ngga bisa bayar pake duit, bayar
pake yang lain juga boleh non.”. Ujang lalu melepaskan tanganku dan mulai mengkocok pelan penisnya. Aku udah berusaha menahan namun mereka jauh lebih kuat. Dengan santai Abdul menepuk bahu aku beberapa kali, seakan hendak
menenangkan diriku.Entah kenapa, setelah itu ada desiran kuat mengalir didalam pikiran aku. Punggung aku melengkung menyalurkan gairah
puncak yang penuh kenikmatan ini.




















