Aku langsung ingin mengutuk diri. Bokep hijab “Beli ini, Pak, beli ini, Bu,” kata anak laki-laki itu. “Woi!” teriak salah satu anak dari gerombolan itu dengan kasar. Sedikit-sedikit oleng ke kiri, atau oleng ke kanan. Tidak tampak rasa takut dalam dirinya. Aku tahu anak itu pasti bekerja di malam begini karena suatu keperluan yang mendesak, atau itu memang pekerjaannya demi membantu biaya sekolah. Pernah suatu malam, aku melihat kejadian paling miris yang membuat aku sempat berdoa agar segera dicabut Tuhan. Pernah suatu malam, aku melihat kejadian paling miris yang membuat aku sempat berdoa agar segera dicabut Tuhan. Dari balik kaca mobil, seorang lelaki melemparkan jari tengahnya ke arah lelaki berjaket jins. Itu karena anak perempuan dalam mobil sedan itu terlihat ingin muntah, jadi dia membutuhkan kantong plastik hitam demi memuntahkan semua isi perutnya. Pikiranku mendadak kacau. Ketika hujan datang, aku membasah. Mereka juga mengeluarkan sebatang rokok. Adakah yang lebih tabah dari aku? Aku tidak tahu tapi aku teramat jengkel dengan diriku sendiri.




















