“Oh… oh..” katanya tersendat-sendat. Siluet tubuhnya indah sekali. Bokep hijab Ia mengerang kesakitan.Mungkin karena marah bercampur kesal kepada saya, dia tidak berkata apa-apa. Naik dan turun. Kepalanya di samping tubuh saya. Dia mengatup bibirnya yang seksi kuat-kuat. Mengira bahwa inilah permainannya, dia tidak melawan lagi. Kami pulang ke rumah saya dan tiba sekitar pukul 9:00 malam. Saya tarik tubuhnya sehingga rebah di atas tubuh saya. Saya tarik tubuhnya sehingga rebah di atas tubuh saya. Melepaskan batang kejantanan saya dari cengkeraman pantatnya dan melepaskan kondom. Saya punya ide lain. Tanpa ngomong lebih lanjut, kedua tangannya membuka celana saya dan merogoh ke dalam. Dengan posisi saya di atas dan dia di bawah, saya melakukan penetrasi. Dia telan semuanya.Saya lihat jam menunjukkan pukul 22:45 malam. Mungkin karena geli merasakan napas saya pada tengkuknya, kepalanya ditengadahkan ke atas.Perlahan telinganya saya gigit. Ah, belum diapa-apain cewek ini sudah sangat basah.









![Payudara Besar Kakak Ipar Yang Tak Terlindungi Bikin Tak Tahan, Langsung Kutembus! Meski Bingung, Tapi Kontol Besar Adik Ipar Terlalu Nikmat, “hari Ini Istimewa Ya” Ujarnya Sambil Tersenyum Lalu Melayani Dengan Sex Yang Rakus! Meski Sudah Klimaks Berkali-kali, Tapi Gerakan Piston Yang Deras Tak Berhenti! Ah… Lebih Besar Daripada Kakamu… [bagian 1]](https://bokepstw.it.com/wp-content/uploads/2025/12/4e5dcf3848c6d90e06651523580ce9d9.20.jpg)
![Payudara Besar Kakak Ipar Yang Tak Terlindungi Bikin Tak Tahan, Langsung Kutembus! Meski Bingung, Kontol Besar Adik Ipar Terlalu Nikmat, “hari Ini Istimewa Ya” Sambil Tersenyum Melayani Dengan Sex Yang Rakus! Piston Ganas Tak Berhenti Meski Sudah Klimaks Berulang! Ah… Lebih Besar Daripada Kakamu… [part 3]](https://bokepstw.it.com/wp-content/uploads/2025/12/f49b201c2bf717bc1bb0df631f7f34c5.24.jpg)









