Pelacur Asia 252

Su’eng datang untuk menagih utang-utang swamiku kepadanya. Pelan-pelan Mas Berto mulai melepaskan baju terusan putih yg kukenakan, sesudah mencumbuiku sejenak, Mas Berto mulai membuka bra tipis yg kukenakan dan melepaskan celana dalemku.Sesudah itu Mas Berto sedikit demi sedikit mulai menikmati jengkal demi jengkal seluruh bagian badanku, tak ada yg terlewati. Bokep arab Sikap diamku ini diartikan lain oleh Mas Berto.“Besok kamu ikut aqu menemui Su’eng”, ucapnya lagi, sembari mencium keningku lalu berangkat tidur. Mas Berto mengerti keterkejutanku.“Aqu sudah tak tahu lagi dgn apalagi aqu harus membayar hutang-hutangku, dia sudah mengancam akan menagih lewat tukang-tukang pukulnya jika aqu tak bisa membayarnya sampai akhir pekan ini”, katanya lirih.Aqu cuma terdiam tak mampu mengomentari perkataannya itu. Kamipun akhirnya tidur kelelahan sesudah bergumul dalem panasnya birahi.Keesokan paginya, Su’eng mengantarku pulang ke rumah. Itu berarti aqu harus melayaninya semalam di ranjang seperti yg kulaqukan pada Mas Berto. Swaminya, Berto, justru menjadikannya seseperti seorang gundik murahan.

Pelacur Asia 252

Related videos