Ia terlihat serius, wajahnya langsung tegang, “Bagaimana kamu lakukan?”, tanya Alex. Bokepindo Berjam-jam mereka bergiliran menusukkan penis mereka di vagina dan anusku. “Wah, ternyata benar toh”, balas Alex sambil tersenyum.“Jadi, hari ini kita ke mana?”, tanyaku kepada Alex, karena hari-hari sebelumnya aku diperalatnya menjadi wanita pemuas nafsu seks. Kepalaku masih pusing, penyakitku sudah sangat menyiksa diriku, kembali aku memuntahkan sesuatu yang cair dan bau. ‘TIDAK PERLU, GUE SUDAH OTW KE SANA’, sms lanjutan Alex. Namun perutku sudah kosong, muntahanku pun menyakitkan sekali, perutku sakit memaksakan aku harus muntah lagi. Sial, dia adalah Alex, ia benar-benar datang menjemputku.Kupandangi kiri kanan, tidak ada yang memperhatikanku, kupandangi ke arah rumah, semoga Chelsea tidak mengetahuinya, aku pun masuk ke dalam mobil Alex. “Hidup ini perlu kita jalani walau betapa beratnya, aku harap kamu bisa segera sembuh dan lebih tegar”, kata dokter itu setelah memberikan sebuah suntikan di lenganku. “Saya akan siapkan obatmu lagi”, kata dokter itu yang terlihat sedikit salah tingkah.




















