Kami sama-sama mengakui belum pernah jatuh cinta atu pacaran sama orang lain, lalu kami saling mengutarakan isi hati kami, bahkan Nidar mengajakku bermalam di rumahnya, tapi aku menolak dengan alasan dicari dan dicurigai nanti oleh teman kostku.Setiap kami lewati jalanan yang sedikit gelap dan tidak ada rumah, kami selalu berpelukan, berciuman, malah saling memegang alat sensitif kami, tapi tak pernah lama sebab takut ada orang yang memergoki kami. Bokep Masih hujan keras. Namun baru kami duduk sekitar 10 menit, pikiranku tiba-tiba beralih kepada wanita yang duduk di samping kananku. Entah apa maksudnya ia tidak mengenakan celana malam itu, tapi yang jelas ia nampaknya tetap menungguku masuk ke rumah. Kebetulan aku sedang masuk ke WC yang ada di belakang rumah. “Okelah jika gitu maumu, jika perlu kubangunin jam 3.00” katanya.Entah apa yang terlintas dipikiran Nidar malam itu, tapi yang jelas aku tidak bisa tidur sama sekali.




















