Kemudian Iswani meninggalkan penginapan sementara aku hanya dapat termenung.Tiba-tiba aku merasakan sebuah rasa kesepian menyelinap masuk dalam hatiku padahal sejak lama aku terbiasa bepergian jauh seorang diri bahkan dengan jangka waktu yang lebih lama dari ini, tapi kali ini beda. Bokepindo Berbaring nyaman, tubuh Iswani mulai bergoyang seirama dengan gerakanku.Seiring dengan goyangan tubuhnya, Iswani mendesah-desah, “Ssh.. “Lha terus kenapa Mbak mau nginap denganku padahal aku kan nggak ngajak”, tanyaku dengan suara berbisik. Setelah kukenakan celana pendek kubuka pintu, ternyata yang ada dihadapanku adalah Iswani yang telah kembali balik kekamar setelah keluar entah kemana dan berapa lama. Konsentrasi tinggi serta posisi duduk dan letak meja didalam penginapan yang sebenarnya tidak ideal untuk dipakai kerja membuat leherku terasa pegal. Kucumbu tengkuk kirinya dan sesekali kukulum telinga kirinya. “Memangnya kamu sudah kenal, Tok?”, tanyanya. Sementara itu Iswani melepas pakaiannya hingga tinggal ber-BH dan celana sambil mengambil handuk kering dari tasnya. “Kenapa nggak mikir aku saja?”, tanyanya dengan senyum genit.




















