Kalau besok minta keluar? Banyak sekali kesempatan terbuka. Bokepindo Dia terlampau cantik sebagai PRT. Sebagian telah masuk ke dalam kerongkongan Sri.Dia tampak muntah-muntah. Saya pijat-pijat tengkuknya. Saya takut, seperti halnya kejadian saya dengan Mbak Maya dan Rosi. Birahi saya muncul sejak siang. Saya menjadi iba. Akhirnya istri saya berterus terang, sebenarnya dia tak ingin Sri keluar.“semua ini karena ibu,” kata istri saya kepada Sri.Sebagai gantinya ibu telah menyediakan pembantu. Ahh tepatnya mendekap dia. Hitam, dekil, dan udik. Hmm.Kepada Sri istri saya mencarikan kerja di sebuah toserba yang cuku besar. Biarlah itu menjadi milik suaminya kelak.Suatu saat, entah karena apa, istri saya meminta Sri keluar. Itu yang penting.“Dia saja ya?” Istri saya mendesak. Kadang memutar-mutar di ujung bibir. Bapak nakal.” Saya lega.“Tapi kamu masih utuh kan? Saya elus kepalanya. Teteknya sangat besar.Tidak. Jam 20.00 Sri meminta Nisa untuk dibawa ke kamarnya.




















