Dengan cepat sosis ini aku makan pula. Aku mempercepat hujaman-hujaman kejantananku, tidak mempedulikan Santi yang sebenarnya belum lagi selesai dengan klimaks terakhirnya. Bokep twitter Sambil mengobrol kiri-kanan, Santi meminta maaf kepadaku, karena ia harus kembali bekerja di pantry untuk menyiapkan makanan. Lalu permainan kami semakin menggila. Apalagi aku kini mendesak ke depan, menyebabkan Santi terjepit di antara tubuhku dan meja pantry-nya. Tetapi nyatanya ia tidak sungguh-sungguh menghindar. acchh.. Santi entah sedang berada di langit yang keberapa, tidak bisa merasakan semprotan-semprotan hangat di dalam kewanitaannya, karena ia sendiri sedang meregang menikmati klimaks kelimanya yang datang menyambung akhir klimaks sebelumnya. Cuma bergerak-gerak sedikit saja. Santi kegelian merasakan daun-daun yang basah dan dingin melekat di tubuhnya yang panas terbakar birahi. Sedikit saja aku memaju-mundurkan kelaki-lakianku, Santi sudah menjerit-jerit kecil merasakan kenikmatan yang berlipat ganda. Memang betul, ia tidak bercelana dalam, dan pemandangan indah segera terpampang.




















