Kadang ia juga ke tempat kerjaku untuk minta jatahnya. Lumayan dekat dari tempat kerjaku di Roxymas. Bokep Ternyata adalah Dini.“Eh, ada apa din?”
“Enggak, gua pengen kasih kartu nama gua, besok jangan lupa telpon gua, ada yang mau gua omongin, oke?”
“Kenapa enggak sekarang aja?”
“Jangan, ada paman elu, pokoknya besok jangan lupa.”Setelah acara makan malam itu, aku pun pulang ke rumah dgn seribu satu pertanyaan di otakku, apa yang mau diomongin sama Dini sih. Agak lama kemudian baru ia ngomong, pelan sekali, “Elu tau Tonn, sejak kemarin bertemu, kayaknya gua merasa pengen menatap elu terus, ngobrol terus. Kadang ia juga ke tempat kerjaku untuk minta jatahnya. Wah, ternyata lumayan juga, masih padat dan kencang, walaupun tidak begitu besar. Ia juga tidak mau kalah, lalu melepaskan semua yang kukenakan. Ia lebih sering memandangku, terutama ketika aku berbicara, tatapannya dalam sekali, seolah-olah dapat menembus pikiranku. sshh.. “Aouww Tonn, kamu romantis sekali..!” katanya sambil kedua tangannya menrabah manja melingkari leherku.Kemudian kuletakkan Dini pelan-pelan di atas ranjangnya,




















