“Berapa senti Rin..?” katanya masih tersenyum. Aku katakan bahwa aku kasihan dengannya saat terangsang berat saat itu dan sekali lagi dia mengucapkan terima kasih.Setelah waktunya tidur, aku bimbing dia untuk ke tempat tidur. Bokepindo Tentu saja itu adalah tugasku sebagai perawat, karena dengan merawatnya sebaik mungkin, pasien akan lebih tenang dan diharapkan akan cepat pulih.“Terima kasih, kamu telah membuat aku cepat sembuh” katanya tanpa ekspresi.“Bukan aku, tapi obat dan semangatmu yang membuat kamu cepat baik” sahutku.“Setelah aku sembuh nanti, bisa kita berteman?”.“Apa mau kamu, orang kaya berteman dengan seorang perawat?”. Aku berdiri dihadapannya. Dengan oral kami sama-sama mencapai orgasme walaupun bukan orgasme genital, tapi cukup memberikan kepuasan bagi kami masing masing.Keadaan berubah, saat aku bertugas di VIP dan mendapatkan seorang pasien yang sangat simpatik, walaupun sebenarnya awalnya aku kurang suka karena dia adalah seorang pria hitam asal Nigeria yang mondar mandir antara Jakarta dan Lagos.Orangnya pendiam tidak banyak bicara, mungkin karena banyak menahan sakitnya. Apalagi ukurannya, saat tidak ereksi saja besarnya




















