Kemudian ia menyuruhku menindih kontolnya yang menegang saat itu dan sudah dibungkus kondom, tentu saja dengan perlahan-lahan dan berhati-hati sekali untuk memasukkan kontolnya tepat di lubang anusku. Aku tak menyahut, hanya menganggukkan kepala sekali.Om James pun membalikkan posisi badanku. Bokep Om James lalu memegang dan meremas pelan tanganku di atas meja. Nama pengusaha itu sebut saja Pak James, usianya masih muda, sekitar tiga puluh lima tahunan.Lambat laun, aku mulai kenal dekat dengan keluarga itu, meski tidak dengan ibunya tapi paling tidak dengan Pak James. Jujur saja, aku selalu merasa kurang puas dengan penampilanku. sebab aku selalu berusaha untuk menjadi seseorang yang menarik. Tetapi setelah didesak terus oleh om James, akhirnya aku pun mengiyakan saja.Aku tak tahu kalau keputusanku saat itu ternyata keputusan yang ceroboh karena belakangan baru ku ketahui bahwa untuk mengisi tawaran itu, tidak sedikit uang yang harus dikeluarkan. Bahkan kalau perlu, orang akan berani membayar berapa saja untuk memperbaiki penampilan fisiknya, yang berakibat bisnis salon pun makin laris dan




















