Hingga malam aku terbangun, baru saja jam 19:45, aku mendengar suara sms, entah itu dari Mas Wahyu atau Chandra. Bokep hd Lalu perlahan ku kocok penisnya itu dengan tanganku. “Boleh ga saya kirim?”, tanya Chandra.“Hapus ga lu?!”, perintahku. Besok mungkin aku harus menyiapkan rencana untuk pindah dari kost ini, bahkan kalau bisa harus pergi dari kota ini sebelum Candra kembali mengerjaiku. Besar sekali dengan dihiasi urat-urat besar di sekelilingnya.“Cantik banget lu kayak artis saja…”, puji Chandra sambil membelai rambutku. “Hahaha, enak saja…”, jawabnya membuatku sangat-sangat marah, ingin sekali aku melempar laptopnya itu. Mungkin dia telah meminum obat kuat sebelum memaksaku ke sini.Pikiranku sedikit berkunang-kunang. Dan tampak dia sudah tidak tahan, ia kemudian menjambak rambutku dan menarik kepalaku hingga mengentuhkan wajahku ke penisnya. Aku menghiraukannya, aku berjalan ke arah pintu sambil berkata, “Kalau ga ada urusan, aku pergi…”. Semakin dekat ia memandang, akhirnya dia pun memberanikan diri menjamah susuku, “Wuuih kenyal banget…”, kata Candra dengan perlahan.




















