Mulanya kulakukan dari bibir, turun ke leher, payudaranya, namun kepalaku terasa ditekan kebawah sehingga mencapai bawah pusarnya. Bokep asia eh hhe. Dan, ini dia yang kutunggu, sambil tersenyum kupalingkan muka menghadap dia dan segera kucerca dengan pertanyaan yang memang ingin kuketahui segera jawabannya. “Kalo begitu, Rena udah pengalaman banget dong?”
“Gak juga, saya baru kok jadi beginian”, katanya polos.Nah lo, tadi bilang udah bosen, tapi baru katanya, namun aku tidak mempersoalkan hal itu lagi, karena sederet pertanyaan sudah berebutan keluar dari otakku.“Ren, kalo kamu di bayar untuk di puasin, mau nggak?”Dengan sedikit mengerutkan alis, dia bertanya apa yang baru saya katakan, dan setelah saya tegaskan kembali, dia menjawab tanpa mengatakan ya atau tidak.“Emang ada yang mau begitu?”Ini aku anggap tanpa penolakan, sehingga hatiku menjadi lega dan langsung menuju sasaran sebenarnya.“Ren, sebenarnya aku minta kamu ajarin cara puasin cewek, karena aku belum pengalaman”, namun hal itu tidak terucapkan, tetapi ” Ya udah, kalo gitu kita harus melakukannya pelan-pelan dan aku harap kamu juga puas




















