Paling hanya ke sawah tak jauh dari rumahku, itupun kalau pas musim layangan saja. Mbak Darsih ternyata orangnya baik, diapun secara ekonomi sangat mapan, jauh dibanding kakek, hingga tak jarang akhirnya sering membantu keuangan keluarga kami, khususnya ibuku yang memang tak tentu mendapat kiriman dari ayah. Bokep indonesia katanya. Alasan kakek cukup masuk akal. Aku memang kadang suka diminta kakek, atau bahkan mbak Darsih, untuk memijat mereka. Sehari-hari, aku biasanya membantu kakek. Aku tak merasa aneh karena aku sudah sering melakukan itu. Ladang itu sebagian dia jadikan tempat memelihara ikan, dan sebagian lagi ia jadikan tempat bercocok tanam segala macam jenis sayuran, mulai dari kol, sawi, bawang merah, kacang panjang, tomat, bahkan cabe. Ditambah bulu-bulu halus di bawah hidungku yang juga mulai tampak, aku makin menjadi bahan ledekan teman-temanku. Hal itu sempat membuat keluarga kami shock, khususnya kakek, dia tak menyangka akan ditinggal oleh nenek secara mendadak. Hanya masjid yang biasanya ramai hinggasekitar jam tujuh malam.




















