Kutarik dia dari ciuman itu dan mengantarnya ke meja makan, menyuruhnya berbaring di atas meja itu. Bokep jilbab ya, Michael, tolong ambil dildo yang kecil dari tasku,” perintahnya. Penampilannya sudah rapi kembali, tapi masih tersenyum nakal padaku. Aku bermain-main dengan dildonya, masuk-keluar, masuk-keluar. Anna berbisik di telingaku,“Aaah, aku udah nggak sabar menunggu lagi, sayang. Pada jam 18:50 aku tiba di restoran Intan Marina dan Anna datang kira-kira 5 menit kemudian. Aku bermain-main dengan dildonya, masuk-keluar, masuk-keluar. Kali ini, aku disuruh berbaring di atas meja makan dan Anna naik ke atas meja itu. Anna menjawab, “Bagus, boleh aja!” Kami janji di restoran Intan Marina jam 19:00.Sesudah telepon Anna, aku memesan tempat duduk yang intim di restoran itu, supaya kami bisa enak makan dan bicara. Enak sekali, Michael. Sehabis ini, aku menuju ke wastafel untuk mencuci tanganku. Lalu, kubuka pintu dan pelayan restoran masuk. Dia taruh jari itu di ujung lidahnya. Kedua tanganku turun sampai ke pinggang dan pinggulnya.Lantas ke arah pantatnya sampai ketemu




















