Ah.. Bokep rusia Aku taksir usianya belum 40 tahun. Kok ditinggal?” aku berusaha membelokkan pembicaraan. Sangat bodoh kalau aku tak tahu dan merespon undangannya. Ah.. Tamu tersebar di dalam rumah, di pendopo juga di kebun yang luas dan asri ini. Matanya nampak ‘binal’ seperti perempuan yang mendambakan untuk dipuaskan. “Lhoo.. Tuh lagi asyik nggerombol sama teman-temannya”. Dengan pakaian lengkapku, stelan jas dan dasi, aku hadir pada resepsi pernikahan anak dari relasi penting di kawasan Tebet. Aku lebih suka parkir di jalanan yang sewaktu-waktu ingin pergi akan mudah meninggalkan tanpa kesulitan. Aku menunduk membetulkan sendokku sambil tersenyum. “Pasti sedap banget nih…” aku langsung tukas omongannya dengan bisikkan. Aku menunduk membetulkan sendokku sambil tersenyum. Jeng..?”
“Yaa ituu… lihat saja, banyak yang ‘enak-enak’ khan?” sambil tangannya dan matanya mengarahkan aku ke audience, para tetamu wanita yang rata-rata malam itu memang nampak cantik-cantik dan ‘enak’ tentunya.













