Sambil melihat kekiri dan kekanan dan bertingkah seperti tidak terjadi sesuatu, kami segera menuju motorku di tempat parkir dan segera keluar dari kantor. Bokep Aliran darah dan napasku semakin cepat. hingga sampai ke pangkalnya, kemudian secara ritmis aku mulai mengocoknya perlahan-lahan dan makin bertambah cepat. Fitria mulai mengerang lagi…dengan suara serak dan napas memburu…
“ouh… Wan… ouhhhh…Wan…..” sambil kedua tangannya menekan-nekan pantatku. ehhh..” Aku usap dan tekankan tanganku di selangkangannya yang terhalang oleh rok panjangnya dan Fitripun semakin mengeratkan pelukan padaku serta menghisap bibirku dalam-dalam dan terkadang mengigit kecil bibirku penuh gemas. Lalu kuambil sebuah cerita yang sudak kucetak rapih mirip sebuah novel dengan isi cerita yang tidak vulgar tetapi isinya sangat menghanyutkan dan sangat merangsangku sehingga aku tak bosan-bosan membacanya. Kemudian pahanya dilebarkan dan mengarahkan penisku ke lobanga vaginanya. Aroma vagina ini benar-benar membuatku melayang dan kehilangan kendali… benar-benar memabukkan. Kami berciuman sangat lama, hingga badanku terasa pegal karena terlalu lama membungkukkan badan.




















