Bibirku membuka kecil, menganga kemudian semakin melebar. Bokep rusia Aku tengok isinya. Rupanya aku juga terkencing bersamaan dengan ejakulasiku. Jangan tanya nikmatnyaa..Aku telah meracau tak keruan. Aku kini menunggu larutnya keringat yang asem dari celana dalamnya untuk larut ke ludahku. Aku tidak mendapatkan kondom-kondom bekas dalam keranjang plastik itu. Aku pengin mulutku me-ngedot-ngedot dulu sebelum kemudian melumati kondom itu dari luarnya. Aku terbangun. Kuperhatikan. Aku mengambang dalam bayangan seakan Tante Indri sedang menyemprotkan cairan birahinya ke mulutku.Kucoba melarutkan rasa asin itu sebanyak yang aku bisa. Aku langsung bergegas menuju kamar tidur majikanku. Apa yang mesti kulakukan.. Aku ingin selekasnya bisa ‘nyeruput’ sperma yang meleleh itu.Aku mencoba mengangkat satu dengan tangan kananku. Dengan lekas aku urai ikatannya. Wwoowww.. Aku khawatir ada orang lain yang melihat aku saat mengambil kembali bingkisan itu. Kini baunya terasa makin nyata. Yyyee.. Aku melihat lagit-langit kamar yang berputar-putar dan semakin menjauh.




















